UTP Gelar Webinar Pengembangan Kota Cerdas Menghadapi Covid-19
KISUTA.com - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta kembali menggelar Web Seminar (Webinar) melalui Program Studi Barunya, Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC). Kali ini Prodi SIKC UTP mengambil tema Menyiapkan Tenaga Terampil ICT dalam Pengembangan Kota Cerdas menghadapi Covid19. Diikuti 728 peserta.
"Webinar kali ke 2 ini mendatangkan Keynote Speaker yang sangat popule yaitu, Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng dan Suhono Supangkat, Pakar Kota Cerdas sekaligus Direktur Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB," ungkap Rektor UTP Surakarta, Tresna Priyana Soemardi kepada wartawan di Kampus UTP, Solo, Kamis (25/6/2020).
Pada webinar kali ini, Ganjar pranowo, dalam paparan materinya menyebutkan pekerja Jawa Tengah yang bekerja di bidang informasi dan komunikasi hanya sekitar 128.994 orang atau sekitar 0,74% dari jumlah penduduk jawa tengah yang bekerja. Untuk itu, Ganjar mengapresiasi UTP yang telah membuka prodi baru berbasis IT yang kedepan akan menyuplai tenaga ICT yang terampil di bidang Kota cerdas dengan pengembangan Sistem Informasi kota cerdanya.
Sementara itu, Rektor UTP Surakarta, Tresna Priyana Soemardi menjelaskan, webinar ini sengaja diadakan untuk membuka wawasan masyarakat tentang kota cerdas. Menurut Tresna, Kota cerdas adalah kota yang paling cepat dan akurat memberikan solusi kepada warganya. Untuk mewujudkannya, perlu teknologi untuk menyokong kota cerdas itu sendiri seperti Smart Economy, smart people, smart govermanace, smart government.
Pada kesempatan itu, Suhono Supangkat pun mengapresiasi UTP yang mendukung tercukupinya tenaga ICT Smart City. Akan tetapi Suhono mewanti wanti, bahwa ICT smart city bukan berarti teknologi menggantikan peran masyarakat dalam menciptakan smart city itu sendiri. "Namun sistem TI bukan tujuan utama, banyak kota yang membelanjakan TI tapi tidak mengelolanya dengan maksimal," ujarnya.
Oleh karena itu, smart city tidak selalu untuk kota yang harus mempunyai akses internet yang memadai dan berbasis TI. Namun, smart city juga bisa memanfaatkan dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.
Smart city diharapkan dapat membantu solusi kendala perkotaan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat yakni peningkatan kualitas hidup seperti efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, pengurangan kongesti bagi pengguna jalan, transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, mengurangi polusi dan emisi gas buang, energi, keamanan, data dan informasi.
Terpisah, Bayu Adi Saputra, Humas UTP mengatakan, Prodi Sarjana Terapan SIstem Informasi Kota Cerdas UTP siap mencetak generai terampil ICT dalam bidan kota cerdas. Hal ini dibuktikan dengan seriusnya UTP mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung prodi ini. "Segala sesuatu yang mendukung terlaksananya prodi SIKC ini telah siap, dan kami siap menerima mahasiswa baru,"pungkas Bayu.* eko prasetyo - kisuta.com


