Mahasiswa Prodi Biologi FMIPA UNS Didorong untuk Menulis PKM
KISUTA.com - Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendorong mahasiswanya untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hal tersebut terwujud dalam kegiatan webinar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) FMIPA UNS, Solo. Kegiatan yang menghadirkan dosen serta mahasiswa berprestasi yang pernah lolos PKM tersebut dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting.
Himabio menghadirkan tiga narasumber yaitu Hasbiyan Rosyadi, M.Sc., dosen Prodi Biologi FMIPA UNS, Yochidamai Akhsanitaqwim, juara 2 Mawapres UNS 2020, dan Jeesica hermayanti Pratama, penerima hibah dana PKM Kemenristekdikti 2019.
Pada materi yang disampaikan oleh Hasbiyan Rosyadi, M.Sc. lebih mengarah pada motivasi serta cara mencari ide dalam menulis PKM. Hasbiyan menyampaikan bahwa biasanya motivasi mahasiswa untuk membuat PKM antara lain karena ikut-ikutan, mengejar hadiah, bahkan ada pula yang memang hobi menulis. Dalam membuat PKM, mahasiswa dituntut kreatif agar produk atau ide yang diusung dapat menjadi inovasi baru dalam kehidupan, Selasa (14/7/2020).
"Untuk memperoleh ide bisa dengan banyak bergaul, jadi bisa mengambil banyak sudut pandang mengatasi masalah. Selain itu, kita harus banyak membaca, diskusi, piknik atau nyepi, dan mempelajari karya orang lain. Ide yang muncul bisa langsung dicatat, kita juga harus percaya diri dengan ide yang dibuat dan harus berani beda," jelasnya.
Sebelum menutup materi, Hasbiyan juga membagikan tips kepada peserta untuk memulai menulis PKM.
"Awalnya ikut-ikutan dulu tidak apa-apa, nanti jadi ikut beneran. Untuk referensi, kita bisa lihat judul PKM juara tahun sebelumnya serta memperhatikan topik yang sedang hits sekarang. Kalau sudah, jangan lupa buat daftar ide dan mulai menulis apa yang terbesit dalam pikiran, masalah perbaikan bisa dilakukan belakangan. Lalu cari teman kelompok yang satu visi supaya nyaman dalam mengerjakan PKM, dari naskah tersebut bisa kita ikutkan lomba sebanyak-banyaknya," imbuhnya.
Lalu pada materi berikutnya, Jeesica Hermayanti Pratama mengulas mengenai teknik kepenulisan PKM. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui mahasiswa untuk mencapai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), mulai penyusunan proposal hingga monitoring.
"Tahapan penyusunan proposal bisa diawali dengan mencari ide serta tim yang sesuai bidang, kemudian juga harus ada dosen pembimbing dan mitra kerja sama bagi pengabdian masyarakat. Hal nonteknis yang harus disiapkan adalah niat, tekad, semangat, dan kerja keras tim. Apabila sudah lolos pendanaan, nanti akan dihadapkan pada logbook, laporan kemajuan, dan laporan akhir. Jadi itu sistematika penulisan yang akan dihadapi jika sampai pada pendanaan," terangnya.
Pada sesi terakhir yang disampaikan oleh Yochidamai Aksanitaqwim, Ia membagikan pengalaman dalam pembuatan proposal PKM.
"Kendala yang dialami biasanya terkait, strategi, pembagian Job Description ke anggota dan penjabaran tinjauan pustaka. Apabila semua anggota sibuk, kita harus sama-sama membuat jadwal yang disepakati, harus ada pengorbanan intinya," ungkapnya.
Yochidamai juga memberikan tips kepada mahasiswa dalam pembuatan PKM baik ide maupun pemilihan anggota kelompok.
"Cari ide yang sesuai dengan latar belakang keilmuan, bisa dari hal yang sedang trending seperti new normal atau Covid-19. Lalu gagasan tersebut kita komunikasikan dengan dosen pembimbing dan anggota PKM. Jangan lupa cari teman kelompok yang dapat saling melengkapi satu sama lain," pungkasnya.* eko prasetyo - kisuta.com


