Belajar di Rumah Tanpa Inovasi Sebabkan Stres
KISUTA.com - Guru Besar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr. Harun Joko Prayitno mengemukakan, pembelajaran daring yang berkepanjangan, jika benar diperpanjang sampai dengan Desember 2020, tanpa inovasi dan kreativitas bisa menyebabkan stres.
"Stres bagi orang tua. Stres bagi anak. Stres bagi guru. Stres bagi masyarakat luas. Stres bagi semuanya. Tentu saja, dengan sabar dan selalu berdoa adalah salah satu obatnya," ungkapnya di Kampus UMS, Pabelan Sukoharjo, Kamis (16/7/2020).
Menurut Prof Harun, orang tua ikut stres karena orang tua di satu sisi sebagai ayah dan Ibu di rumah sekaligus pensuplei amunisi pulsa, di sisi yang lainnya orang tua harus bisa menjadi guru sekaligus pendidik dadakan di rumah. Orang tua tiba-tiba harus bisa menjadi guru matematika, guru bahasa Inggris, guru bahasa, sehingga sekaligus sebagai guru semua mapel. Pendek kata guru serba bisa.
"Anak-anak tambah stres lagi karena terkekang secara ruang dan sosial, harus di rumah. Sementara satu-satunya sumber belajar di rumah, orang tua, belum semuanya mempunyai motode mendampingi anak dengan baik," ungkapnya.
Hal yang sama juga yang dialami oleh guru dan masyarakat luas. Guru juga stres karena naluri keguruannya harus disalurkan lewat kepiawaiannya menjadi guru di depan anak-anak dan dalam setting kelas. Masyarakat pun demikian, sebab peran masyarakat dalam pendidikan informal dan nonformal tiba-tiba bertambah.
Kompleksitas pembelajaran di rumah bertambah ketika jaringannya lelet, ketika HP atau lap top yang dimiliki tidak kompatibel atau bahkan belum punya, dan lain-lain.
Dalam konteks ini, menurut Harun, maka diperlukan penguatan orang tua sebagai guru-guru di rumah, penguatan pendidikan informal dan nonformal, pendampingan orang tua dalam hal pemakaian IT standar untuk pembelajaran, homeschooling, atau semacam school visits yang media konsultatif.
Bagaimanpun, dalam konteks pandemi ini diperlukan rekayasa pembelajaran yang menggembirakan dan menyenangkan, baik dilakukan oleh guru melalui daring maupun oleh orang tua sebagai pendamping belajar di rumah ataupun dari masyarakat sebagai pengontrol sosial.
"Sebab, dalam konteks ini bukan saja ilmu yang diperlukan oleh anak tetapi juga sentuhan komunikasi yang menyehatkan," ujar Guru Besar Pendidikan UMS.* eko prasetyo - kisuta.com


