Selasa, 2 Juni 2026
Sastra & Humor
Iftitah Tanwir Aisyiyah

Aisyiyah sebagai Ibu Negeri tidak Boleh Tinggal Diam

Selasa, 21 Juli 2020
ais.jpg
IST.
KETUA Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini.*

KISUTA.com - Aisyiyah sebagai ibu negeri saat ini sedang mengalami keprihatinan yang mendalam atas situasi pandemic Covid-19 baik dampak kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi maupun keagamaan.

"Dampak yang sangat berat juga bagi perempuan, anak-anak dan saudara-saudara kita yang pada kondisi miskin, serta semakin bertambahnya warga miskin di Indonesia," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini saat Iftitah Tanwir Aisyiyah bersama Muhammadiyah di Yogyakarta.

Keprihatinan yang lain, lanjut Noordjannah, kondisi bangsa kita yang dihadapkan pada berbagai permasalahan, termasuk permasalahan dalam pengelolaan negara. Oleh karenanya Aisyiyah sebagai ibu negeri tidak boleh tinggal diam apalagi ternggelam dalam kesedihan tanpa berbuat untuk memberikan solusi pada permasalahan bangsa.

Karena itu, kata Noordjannah, Aisyiyah terus berkiprah melalui berbagai macam usahanya termasuk melalui amal usaha Aisyiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi untuk membawa kemajuan umat dan bangsa.

Artinya, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, situasi pandemi tidak menghalangi Aisyiyah untuk terus berbuat memperkokoh gerakan dan dakwahnya sehingga dapat memberi untuk negeri.

"Bersama dengan itu, kita juga harus seksama dalam merikhtiar agar amal usaha dan berbagai program Aisyiyah tetap berlangsung dan mampu bertahan dalam situasi pandemic ini dengan sungguh-sungguh sebagai manifestasi jihad di jalan Allah," ungkapnya.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya