Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Ariyo Dharma Pala Irhamna

Alumnus FEB UNS Ini Dorong Mahasiswa Berkarir sebagai Peneliti

Selasa, 21 Juli 2020
ariyo.jpg
IST.

KISUTA.com - Ariyo Dharma Pala Irhamna merupakan alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang saat ini berkarir sebagai peneliti ekonomi di The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Dihadapan 400 mahasiswa FEB UNS yang akan menjalani program magang, Ariyo mendorong agar lulusan FEB UNS dapat berkarir sebagai seorang peneliti.

Ariyo menyampaikan, ekonom atau peneliti ekonomi memiliki berbagai aktifitas. Diantaranya menyusun program penelitian, menulis proposal, mencari sponsor atau mitra dalam penulisan artikel, menyusun jurnal, working paper, policy brief, kolom media, serta menjadi pembicara atau narasumber di seminar, media nasional, dan lain sebagainya.

Untuk itu, seorang ekonom harus memiliki intuisi ekonomi, pemikiran kritis, kemampuan menulis, pengetahuan tentang data ekonomi, analisis kuantitatif dan kualitatif, kemampuan presentasi, serta memiliki jejaring yang luas dan kuat.

Selain pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, mahasiswa dapat belajar membangun kemampuan sebagai peneliti dari aktifitas lain. Misalnya bergabung dengan organisasi internal atau eksternal kampus, mengikuti isu-isu terkini dengan banyak membaca buku, koran atau media online serta aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak, dengan dosen, mahasiswa lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pihak eksternal lain.

"Mahasiswa juga harus sering menulis, membuat prososal penelitian, laporan penelitian dan artikel. Harus juga mengenal atau familiar dengan sumber perolehan data-data yang berhubungan dengan ekonomi. Hal itu dibangun melalui banyak membaca, tidak sekadar mendapatkan informasi dari yang disediakan tapi bagaimana selanjutnya penulis mampu menuangkan argumen-argumennya," ujar alumnus Ekonomi Pembangunan (EP) tahun 2008 ini melalui Zoom Cloud Meetings, Selasa (21/7/2020).

Ariyo menambahkan, _softskill_ yang harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah kepemimpinan, providing feedback Influencing skill, pemikiran kritis, public speaking serta jejaring yang luas dan kuat.

Meskipun karir peneliti itu lebih kepada kemampuan individual namun dalam pelaksanaannya menjadi lebih baik jika ada kerja sama dengan pihak-pihak lain. Misalnya menyusun sebuah program, dalam mengimplementasikan ide-ide riset perlu ada kemampuan memimpin, bagaimana memperoleh masukan-masukan, mampu mempengaruhi di lembaga tempat bekerja.

Lanjut Ariyo, jiwa kepemimpinan, public speaking, jejaring luas dan kemampuan lain yang mendukung karir sebagai peneliti banyak diperoleh dari keaktifan berorganisasi di masa studi. Ariyo sangat menekankan ke mahasiswa untuk berorganisasi selama studi karena sangat membawa manfaat besar dalam memasuki dunia kerja.

Manfaat itu juga yang dirasakan oleh Ariyo yang saat ini sukses menekuni karirnya sebagai Peneliti Ekonomi di INDEF, sebuah lembaga riset independen yang tugas utamanya melakukan riset mengenai isu-isu terkini terutama mengenai kebijakan ekonomi.

Selama menjalani perkuliahan FEB UNS, Ariyo sangat aktif di beberapa organisasi kampus. Yaitu menjadi Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan EP tahun 2009-2010, Pendiri sekaligus Ketua Umum Kelompok Studi Bengawan tahun 2009-2012 dan menjadi salah satu pendiri AIESEC UNS di tahun 2012.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya