KPU Sukoharjo Diingatkan soal Update Data Pemilih
KISUTA.com - Pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih pada Pilbup Sukoharjo 2020, serentak diawali di sejumlah tokoh Kabupaten Sukoharjo, dimulai Sabtu (18/7/2020).
"Ada dua kegiatan dalam tahapan coklit yaitu Gerakan Klik Serentak (GKS) dan Gerakan Coklit Serentak ( GCS). GKS sudah mulai 15 Juli, sementara GCS dilaksanakan mulai hari ini," ungkap anggota KPU Sukoharjo, Suci Handayani, Selasa (21/7/2020).
Menurut Suci, pelaksanaan klik serentak dengan cara masuk ke laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Setiap pemilih diminta mengunjungi alamat tersebut, kemudian nanti akan muncul fitur isian yg diminta mengisi nama, NIK dan jenis kelamin. Setelah itu, akan mencul informasi, nama anda telah terdaftar sebsgai pemilih.
"Hari ini 1.775 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) mulai bergerak. Untuk tokoh, kita tetapkan ada 13 tokoh yang nanti akan di coklit oleh komisioner KPU langsung," ungkap Suci selaku Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sukoharjo.
Sejumlah tokoh yang terpilih antara lain Bupati Sukoharjo, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda Sukoharjo, Ketua PCNU Sukoharjo, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua KPU Propinsi Jateng, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Ketua MUI dan Perwakilan Bakal Calon Bupati Sukoharjo dalam hal ini Joko Santosa Paloma.
Komisioner KPU Ita Efiati bertugas melakukan coklit di rumah Joko Santosa, di Gumpang, Kartasura, Sukoharjo. Pengawasan juga dilakukan oleh Komisioner Bawaslu Sukoharjo, Eko Budiyanto.
Joko menyatakan yang mungkin masih menjadi hambatan adalah dalam hal pelayanan e-KTP dan update data penduduk bisa merata disemua kecamatan. Tujuannya agar data pemilih yang diinput KPU juga sesuai dengan kondisi terkini di lapangan
"Mengingat saat ini masih pandemi, untuk mempersingkat waktu tunggu pemohon e-KTP kami berharap layanan pendaftaran dan perekaman e-KTP juga bisa dilakukan ditiap kecamatan," kata Joko.
Saat ini Disdukcapil melakukan pembatasan pemohon untuk menghindari kerumunan masyarakat. Oleh karenanya, Joko menilai jika pembatasan terus berlangsung hingga mendekati penyusunan DPT, maka di khawatirkan akan berdampak pada update data pemilih.
"Terutama pemilih pemula. Selama ini, warga itu kalau belum betul - betul butuh, enggan datang melakukan perekaman. Meski pendaftarannya bisa melalui sistem online, tapi untuk perekaman kan harus hadir," jelasnya.* eko prasetyo - kisuta.com


