Hipmi Bertekad Cetak 5.000 Pengusaha Baru
KISUTA.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) bertekad mencetak 5.000 pengusaha untuk mendukung pemerintah menggerakkan ekonomi di masa normal baru.
"Sesuai arahan Ketua Umum (Mardani H. Maming, Red,-) kita akan mencetak 5.000 pengusaha untuk menggerakkan ekonomi di masa normal baru," kata Ketua Departemen Bidang 10 Pemuda dan Olah Raga, Fransiskus (Frank) Faozisokhi L., di Jakarta, Jumat (24/7/2020).
Frank mengatakan tekanan terhadap ekonomi akibat wabah Covid-19 seharusnya menjadi momentum yang tepat dalam merevitalisasi peran strategis pemuda/pemudi sebagai pelaku pasar ekonomi.
"Dengan meningkatnya jumlah wirausaha muda baru di Indonesia, diharapkan dapat menciptakan efek berantai (multiplier effect') bagi ekonomi nasional, sekaligus menjadi jalan keluar dari dampak wabah Covid-19," kata Frank.
Terkait rencana mencetak 5.000 pengusaha baru, Hipmi telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).
Sebelumnya dalam webinar bertajuk "Pemuda Enterpreuneur Jalan Menuju Indonesia Emas" Ketua BPP Hipmi, Mardani H. Maming, mengatakan untuk mencetak pengusaha baru ada beberapa tantangan salah satunya mengubah pola pikir (mindset) yang harus tumbuh dari dalam dirinya.
Dalam seminar yang dihadiri Menpora, Zainuddin Amali; Pengusaha Sandiaga S. Uno; dan pengamat ekonomi Indef, Bhima Yudhistira, tersebut, Mardani menjelaskan pengusaha muda memegang peranan penting dalam mempercepat roda perekonomian, terutama untuk membangkitkan ekonomi di tengah Covid-19 seperti sekarang ini.
Keterlibatan pemerintah juga penting, lanjut Maming, sebagai upaya mempercepat lahirnya pengusaha baru.
"Kita butuh pengusaha muda, sebab industri atau ekonomi kreatif sangat strategis ke depan bagi pelaku industri dan perekonomian nasional. Saya harap, dalam mencetak pengusaha muda nantinya juga akan terlihat target dan gambaran pemerintah akan peran masyarakat, para talenta, dan pekerja kreatif, pemetaan industri kreatif yang unggulan di pasar domestik dan asing, serta peran wirausahawan nasional," ucapnya.* harie – kisuta.com


