Undang Alumni dan Mahasiswa untuk Berbagi Pengalaman Studi di Jerman
KISUTA.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengundang alumni dan mahasiswa yang pernah menempuh studi di Jerman dalam U-Sharing: Ayo Kuliah ke Jerman bertajuk "Ngobrol dengan Mahasiswa dan Alumni Jerman di UNS".
Dalam acara yang digelar melalui Zoom dan siaran langsung lewat kanal resmi Youtube UNS, UPT Layanan Internasional UNS, mengundang 3 narasumber untuk membagikan pengalaman mereka.
Mereka adalah Fajar Danur Isnantyo, M. Sc (alumnus Master of Hydroscience Engineering Techische Universitat Dresden), Anggy Pradita (mahasiswa Universitat Munster), dan Dr. paed. Nurma Yunita (alumnus Universitat Munster).
Acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS, Prof. Sajidan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi UPT layanan Internasional UNS yang telah menginisiasi U-Sharing ini.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Internasional Office (IO) UNS yang siang ini telah menyelenggarakan U-Sharing tentang pengalaman mereka studi di Jerman. Bisa jadi kesempatan bagi dosen atau pelajar SMA untuk menambah keilmuan jika ingin belajar di Jerman," ujar Prof. Sajidan, Selasa (11/8/2020).
Sebagai narasumber pertama, Fajar Danur Isnantyo, M. Sc menyampaikan materinya tentang "Vortrag auf Deutsch" yang berisi alasan dan hal-hal menarik dibalik pengalaman studinya selama di Negeri Panzer.
"Mengapa kuliah di Jerman? Karena di sana kualitas pendidikannya tinggi, biaya kuliahnya oke, kualitas hidupnya bagus, menerima banyak mahasiswa internasional, dan banyak pilihan program studi," tutur Fajar Danur Isnantyo, M. Sc.
Fajar Danur Isnantyo, M. Sc yang juga dosen Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS mengaku kesulitan jika diminta memilih perguruan tinggi terbaik di Jerman. Sebab, baginya seluruh perguruan tinggi di Jerman kualitas pendidikannya sama bagusnya.
Hal tersebut juga diakui oleh Dr. paed. Nurma Yunita. Alumnus Universitat Munster ini mengatakan kualitas pendidikan di Jerman yang tinggi juga didukung dengan kualitas hidup yang baik.
Ia mengatakan rencana untuk mengambil/ melanjutkan studi di Jerman adalah pilihan yang tepat. Alasannya, Jerman merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa dan ketiga di dunia.
Hal tersebut tentunya sangat menguntungkan bagi pelajar/mahasiswa asing. Sebab, Jerman juga membuka pintu seluas-luasnya bagi 250.000 pelajar/mahasiswa asing untuk studi di negaranya.
Narasumber lain, Anggy Pradita juga tak mau ketinggalan berbagi pengalamannya. Berbeda dengan kedua narasumber lainnya yang menjelaskan alasan pemilihan Jerman sebagai tempat untuk menempuh studi, Anggy Pradita justru membagikan langkah mempersiapkan studi S1 di Jerman.
Mahasiswa Universitat Munster ini mengatakan calon mahasiswa perlu menyiapkan kursus bahasa, studienkolleg, menentukan jurusan studi, _mottivation letter_, CV, tes bahasa Jerman, dan tentunya mengajukan visa studi.
"Persiapannya pasti dengan kursus bahasa Jerman. Jangka waktunya 1-2 tahun sebelum ke Jerman. Dan, kursusnya ada level A1 yang merupakan level dasar sampai B1 yang merupakan level menengah, terang Anggy Pradita.
Kepada peserta U-Sharing, Anggy Pradita juga menjelaskan apa itu studienkolleg. Studienkolleg adalah institusi pendidikan yang harus ditempuh sebelum masuk ke perguruan tinggi untuk mempersiapkan calon mahasiswa dari luar Jerman yang ijazah SMA-nya tidak setara dengan ijazah SMA di Jerman alias abitur.
Hal lainnya yang disampaikan Anggy Pradita adalah pengajuan visa studi. Ia menerangkan calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di Jerman wajib menerjemahkan dokumen melalui penerjemah tersumpah, mempersiapkan motivation letter dan CV, menyerahkan bukti sperrkonto di Bank Jerman, dan zulassung atau surat penerimaan (einladung) untuk aufnahmeprüfung dari studienkolleg di Jerman.* eko prasetyo - kisuta.com


