Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Rektor UNS: Tantangan Terbesar Adalah Hidup Susah

Sabtu, 15 Agustus 2020
jamal_8.jpg
Ist.
REKTOR UNS, Prof. Jamal Wiwoho.*

KISUTA.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr. Jamal Wiwoho menyatakan, fakta selama ini bahwa tantangan terbesar manusia dalam menghadapi kesulitan hidup adalah keterbukaan, keberanian dan kemauanya untuk hidup susah.

"Tahun 2020 ini adalah tahun pembuktian bahwa sebenarnya Saudara memiliki tingkat permulaan kecerdasan dan semangat yang tinggi, karena mampu menghadapi 2 (dua) peristiwa penting sekaligus, yakni menuntaskan studi dengan hasil yang maksimal dan menjalani pola hidup baru yang tidak normal karena Pandemi," ungkap Prof. Jamal ketika berbicara di depan wisudawan UNS di Auditorium UNS, Solo, Sabtu (15/8/2020).

Lebih lanjut Prof Jamal mengatakan, bukti lain yang menunjukan bahwa saudara juga memiliki daya juang yang tinggi, pikiran yang optimis serta merdeka dari rasa takut, ketika pada hari ini sebanyak 745 orang Wisudawan berhasil lulus dengan predikat "cumlaude", di tengah jumlah kasus orang terinfeksi Covid-19 di Indonesia yang terus bertambah secara signifikan setiap harinya.

Kondisi ini menunjukan bahwa ditengah mencekamnya pandemi, ternyata kita masih bisa menggerakan seluruh potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi mewujudkan mimpi, meskipun dengan cara yang tidak mudah. Karena Pandemi sejatinya telah mengubah cara kita hidup dan bagaimana kita bekerja.

"Oleh karena itu, saya ingin mengajak seluruh wisudawan untuk menundukan sejenak sifat ego dan sombong, karena sampai saat ini Saudara baru memiliki bekal pengetahuan saja," ungkap Prof Jamal.

Menurut Rektor UNS, untuk menjadi sukses dan membangun kehidupan jangka panjang, memiliki pengetahuan saja tidaklah cukup, melainkan harus dilengkapi dengan penguasaan skill agar terlatih melakukan sesuatu dengan cepat, dan berkarakter kuat dan cerdas. "Ingat bahwa tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan masa depan dengan pasti," tandasnya.

Hanya sikap optimismelah yang memiliki keampuhan untuk bisa membangkitkan energi kekuatan pikiran dan tenaga kita, agar mampu menaklukkan musuh utama kita yang berupa keraguan dan ketakutan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Semangat dan jiwa juang seperti inilah yang dulu dimiliki oleh para pahlawan kemerdekaan Indonesia, kata Rektor UNS, yang bisa menjadi teladan, menginspirasi dan memotivasi kita untuk membangun masa depan bangsa kita yang lebih baik. "Sebab tugas hidup bukanlah meraih keberhasilan, melainkan memperjuangkan keberhasilan. Dengan ketulusan pengabdian, setiap amal tidaklah sia-sia," ujarnya.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya