Merdeka Belajar Olahraga Bersama FKOR UNS
KISUTA.com - Masih dalam suasana perayaan Dies Natalis Keduanya, Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar 'Ngopi Teko FKOR UNS Part 2' bertema 'Merdeka Belajar Olahraga' pada Rabu (19/8/2020).
Menghadirkan Prof. Nizam, Dirjen Dikti Kemendikbud RI, webinar yang berlangsung via aplikasi zoom cloud meeting dan kanal YouTube FKOR UNS ini dibuka oleh Prof. Jamal Wiwoho selaku Rektor UNS.
Prof. Jamal menuturkan, pada kodratnya memberi kebebasan berpikir dan bertindak dalam koridor akademik dan ilmiah diperlukan. Hal tersebut akan menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam bertumbuhnya kreativitas.
"Jika salah satu syarat untuk menjalankan konsep merdeka belajar adalah menemukan bakat anak didik, maka menciptakan pembelajaran yang inovatif dan kreatif nampaknya merupakan salah satu metode paling cocok untuk bisa dipertimbangkan bersama-sama. Terlebih saat ini dunia menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman masing-masing untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih efektif dan adaptif," tuturnya.
Memasuki materi inti, Prof. Nizam mengawali dengan pembahasan tentang konsep merdeka belajar. Ia menjelaskan jika konsep merdeka belajar dihadirkan salah satunya yaitu karena ada kemungkinan beragam pekerjaan baru dalam beberapa tahun ke depan.
Sepuluh tahun ke depan, diperkirakan ada 23 juta pekerjaan yang hilang dan dibarengi kemunculan berbagai lapangan kerja baru dengan jumlah lebih besar. Namun, imbuh Prof. Nizam, pekerjaan baru tersebut membutuhkan kompetensi dan kreativitas berbeda yang belum tentu diketahui pada saat ini.
"Oleh karena itu, ini tantangan besar bagi perguruan tinggi. Yaitu menyiapkan kompetensi yang tepat, sehingga tidak terjadi _broken link_. Tidak _nyambung_ dengan dunia industri. Perguruan tinggi itu seperti jembatan menuju dunia manusia dewasa yang mandiri," jelas Prof. Nizam.
Tidak hanya Prof. Nizam, dua pakar UNS yakni Prof. Dr. M. Furqon H., M.Pd dan Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd., juga turut membagikan pandangannya terkait 'Merdeka Belajar Olahraga' pada webinar tersebut.
Prof. Furqon sebagai pembicara kedua memaparkan gambaran merdeka belajar di FKOR UNS dan bagaimana individu di dalamnya ditempa. Menurut keterangan Prof. Furqon, ada tiga nilai utama yang diusung. Yakni _freedom to learn_ (merdeka belajar), _freedom to think_ (merdeka berpikir), serta _feedom to create_ (merdeka berkreasi). Selain itu, sivitas FKOR UNS juga diharapkan mampu menjadi _longlife learner_ dan _longlife exerciser_.
"_Freedom to learn_ ini satu bagian awal yang kemudian meningkat menjadi merdeka berpikir. Hingga meningkat lagi menjadi merdeka berkreasi," terang Prof. Furqon.
Lebih lanjut, Prof. Furqon menyebutkan beberapa contoh kegiatan merdeka belajar di FKOR yang telah, sedang, dan akan berlangsung. Pertama, International Virtual Running yang sukses digelar pada 16 Agustus lalu di mana langkah tersebut menunjukkan FKOR yang mampu berkreasi dan berinovasi di tengah pandemi. Lalu beberapa program kewirausahaan mahasiswa FKOR, seperti sistem pelatihan mandiri, pengembangan sport marketing, dan manajemen sebuah acara.
"FKOR UNS juga tengah merintis kerja sama dengan PFOI serta melakukan beberapa kajian. Diantaranya kajian paradigma baru dalam pembelajaran aktivitas fisik dan stretching di sela-sela belajar daring," tambahnya
Webinar sore itu ditutup dengan bahasan menarik dari Prof. Agus Kristiyanto yang berjudul 'Penguatan Akses dan Aset Belajar Olahraga - Merdeka Belajar Olahraga'. Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga UNS ini membahas tiga irisan, yakni merdeka belajar, belajar olahraga, dan merdeka olahraga sebagai kunci masuk 'rumah olahraga' yang memberikan akses dan aset terbaik bagi masyarakatnya.
Satu hal yang kemudian Prof. Agus tekankan adalah tentang pentingnya mewujudkan kejayaan dan kesejahteraan olahraga secara seimbang. Kejayaan olahraga, terangnya, berhubungan dengan daya saing, prestasi, peringkat, pemecahan rekor, penghargaan dan sebagainya. Sementara kesejahteraan olahraga berhubungan dengan menyehatkan, mendamaikan, dan memakmurkan.
"Kita tidak dalam posisi bisa memilih mana yang penting, karena semuanya penting. Tetapi begitu dua-duanya kita bikin kabur, jaya tidak sejahtera juga tidak. Maka merdeka dengan menggunakan akses dan aset penting untuk membuka pintu kejayaan dan kesejahteraan olahraga," kata Prof. Agus.* eko prasetyo - kisuta.com


