KKN Bali Ndeso, Mahasiswi Unisri Ini Kenalkan Sinematografi kepada Anak Dusun
KISUTA.com - KKN Bali Ndeso 2020 yang dilaksanakan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta di tengah pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh salah satu mahasiswanya untuk mengenalkan sinematografi dalam bentuk film pendek dan behind the scene kepada anak-anak di Dusun Brenggolo, Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Program unggulan ini disesuaikan dengan program studi yang diambil oleh Sukma Evi Romadhoni yakni Program Ilmu Komunikasi.
Film Pendek yang dipilih adalah film anak yang dibuat oleh Keluarga Hanung Bramantyo dalam channel youtube The Bramantyo’s. Mengusung tema belajar di rumah saat pandemi Covid-19, film pendek ini menarik antusias anak SD dan SMP di dusun Brenggolo. Tak hanya melihat filmnya, anak-anak juga diberi pengetahuan mengenai bagaimana proses pembuatan film dengan memperlihatkan behind the scene dan diajak untuk membuat video sinematik bermodalkan smartphone dan tripod. Dengan pertemuan 3 kali dalam seminggu, anak-anak cukup senang dan selalu datang kembali.
“Sangat senang melihat film pendek yang disetel setiap selesai belajar bersama di rumah mbak Evi, saya jadi ingin datang setiap hari. Selain belajar tentang film, saya juga diajari komputer dan belajar mengerjakan PR. Kalau di rumah malas.” Ujar Luki, Siswa SDN 3 Jeblogan yang mengikuti program pendampingan belajar, pengenalan sinematografi, dan pembelajaran komputer selama KKN Unisri dilaksanakan.
Dengan pengenalan sinematografi berupa film pendek ini, diharapkan ada variasi tontonan bagi anak-anak di rumah selama pandemi selain menonton televisi yang kadang programnya tidak sesuai dengan usia anak. Selain itu, anak juga bisa belajar mengenai virus corona dan penyebarannya sehingga dapat mengantisipasi sebisa mungkin.
“Programnya cukup bagus karena dapat meningkatkan minat belajar anak-anak, dan tentu hal ini mengurangi rasa bosan anak-anak selama belajar online dari rumah. Apalagi keingintahuan anak-anak sekarang cukup tinggi. Yang penting selalu menggunakan protokol kesehatan saat belajar bersama dan kurang dari 10 orang agar tidak berkerumun terlalu banyak anak.” Ujar Ketua RT 1 Dusun Brenggolo saat ditemui di kediamannya, Jumat pekan lalu.* das - kisuta.com


