Grup Riset FIB UNS "Reset" Perpustakaan Reksapustaka Mangkunegaran
KISUTA.com - Riset Grup Sejarah Kebudayaan dari Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Perpuskaan Reksopustakan Mangkunegaran. Wujud dari pengabdian yang dilakukan oleh Riset Grup Sejarah Kebudayaan FIB UNS adalah berupa pembuatan katalog digital koleksi perpustakaan reksopustaka Mangkunegaran khususnya katalog yang berisi Sejarah Mangkunegaran.
Menurut Ketua Tim Peneliti Prodi Sejarah FIB UNS, Susanto, alasan dilakukannya digitalisasi koleksi perpustakaan karena secara umum pustakaan mempunyai peranan yang sangat sentral dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan.
“Hampir setiap kota mempunyai Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. Hal ini menunjukan betapa pentingya fungsi perpustakaan bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat,” ujarnya di Mangkunegaran, Solo, Kamis (17/9/2020).
Lebih lanjut Ia mengatakan, Kota Surakarta merupakan kota yang sangat penting karena dulunya merupakan kota pusat pemerintahan kerajaan untuk Kasunanan Surakarta dan Kadipaten Mangkunegaran. Oleh karena itu sama seperti Yogyakarta, Surakarta menyimpan banyak sumber informasi tentang Jawa lama yang berkaitan dengan pemerintahan tradisional maupun kolonial Hindia Belanda.
Dengan tersebut, tentu saja Surakarta menjadi ideal berkaitan dengan sumber informasi sejarah. Salah satu perpustakaan yang menyimpan banyak koleksi sejarah pemerintahan lama di Surakarta adalah Perpustakaan Reksapustaka. Perpustakaan ini mempunyai koleksi yang lengkap mulai pemerintahan Mangkunegara I hingga Mangkunegara IX (abad XVIII – abad XXI).
Selain koleksinya yang lengkap baik berupa naskah maupun arsip, menurut Susanto, pengelolaan perpustakaan ini sangat terbuka. Namun demikian, dalam upaya untuk pelayanan sirkulasi, perpustakaan Reksapustaka memiliki hambatan. Hambatan itu adalah bahwa untuk mengakses koleksi katalog yang tersedia masih dalam bentuk manual. Guna menungkatkan sirkulasi koleksi tersebut diperlakulan sistem katagolisasi yang lebih modern yakni berupa sistem digital.
Menurut Susanto, tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk membuat katalog digital koleksi Reksapustaka Mangkunegaran. Hal ini dilakukan guna meningkatkan sirkulasi koleksi mempermudah akses pengunjung,khususnya peneliti dalam memperoleh sumber penelitian. Dengan demikian nantinya koleksi perpustakaan dapat mudah diakses bukan hanya dari lingkungan Surakarta saja tetapi menjadi lebih luas.
Lebih lanjut Susanto mengatakan, selain pengabdian FGD juga menyampaikan hasil penelitian berjudul Potret Simbol Ekologi Kota Mangkunegaran1870 – 1939.* eko prasetyo - kisuta.com


