Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Dua Guru Besar Baru UNS Dikukuhkan

Selasa, 8 September 2020
gube.jpg
Humas UNS

KISUTA.com - Dua guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS), masing-masing, Prof. Doddy Setiawan, SE, MSi, PhD, Akt yang merupakan guru besar Bidang Akuntansi Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Prof. Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K) sebagai guru besar Bidang Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut pada Fakultas Kedokteran (FK) UNS. Pengukuhan guru besar dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) melalui Zoom Cloud Meeting dan Youtube UNS oleh Rektor UNS Prof Dr. Jamal Wiwoho di Auditorium UNS, Solo, Selasa (8/9/2020).

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho menyatakan, kehadiran dua orang sejawat Guru Besar baru menambah jumlah Guru Besar UNS, sehingga menjadi 224 orang, di mana 122 orang diantaranya merupakan Guru Besar aktif. “Banyaknya Guru Besar terus terang akan mengangkat derajat marwah akademik UNS, sehingga kampus atau UNS tidak akan kehilangan jati dirinya,” ujarnya.

Apalagi pada saat ini bangsa kita dan bahkan bangsa-bangsa di dunia, menurut Prof Jamal, sedang berjibaku menghadapi dua krisis sekaligus, yakni krisis ekonomi dan krisis kesehatan sebagai akibat hadirnya Pandemi Covid-19. “Sangat dilemastis memang, antara menyelamatkan nyawa manusia dari penyebaran virus atau menyelamatkan perekonomian dari resesi. Padahal keduanya sama-sama penting untuk menyelamatkan rakyat,” imbuhmya.

Untuk itu, kata Prof Jamal, ini menjadi tantangan bersama. Kepada dua guru besar baru yaitu Prof. Doddy Setiawan, pakar bidang ekonomi dan Prof Adi Prayitno, pakar bidang kesehatan, inilah saatnya keduanya hadir bersama-sama dan bersinergi dengan komunitas insan cendekia lainnya untuk berani keluar dari zona nyamannya, mengabdikan diri dan memberikan kontribusi berupa pemikiran kebaruannya melalui riset dan inovasi untuk menyelamatkan negara dari krisis yang berkepanjangan.

Sudah saatnya, menurut Prof Jamal, jika para akademisi berevolusi untuk mengikuti perubahan besar yang terjadi di sekitar. Kampus tidak lagi hanya sekadar tempat kuliah dan memproduksi lulusannya, tapi kampus harus bisa menjadi pusat inovasi dan gerakan perubahan. “Ukuran kampus besar tidak lagi dilihat dari banyaknya jumlah Prodi, atau jumlah mahasiswanya atau luasnya kampus, melainkan diukur dari seberapa banyak karya inovasi yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengatasi problematikanya dan dalam rangka membangun peradaban barunya,” tandas Prof Jamal.

Oleh karena itu, “saya mengajak kepada seluruh teman sejawat Guru Besar untuk menjadikan inovasi sebagai ideologi baru kampus kita. Karena yang harus kita pertaruhkan adalah bagaimana kita mampu menjaga eksistensi keilmuan agar tetap relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Semoga kehadiran dua Guru Besar baru ini akan menambah produktifitas riset dan inovasi, serta pemikiran-pemikiran kritis yang konstruktif Senat UNS,” pungkasnya.

Sementara itu, sidang pengukuhan Guru Besar tersebut, Prof. Doddy Setiawan, SE, MSi, PhD, Akt yang merupakan Guru Besar ke-15 FEB dan ke-220 UNS menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul `Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen`. Sedang, Prof. Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K) yang merupakan Guru Besar ke-45 di FK dan ke-224 di UNS menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul `Kelainan Organ Rongga Mulut Merupakan Cermin Kelainan Organ Tubuh Lainnya'.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya