Olahraga untuk Menanggulangi Dampak Belajar Daring terhadap Kesehatan
KISUTA.com - SMA Pradita Dirgantara menyelenggarakan Webinar dengan tema: "Kegiatan Olahraga Untuk Menanggulangi Dampak Belajar Daring Terhadap Kesehatan" pada Sabtu (26/9/2020).
"Webinar dilakukan melalui aplikasi zoom meeting untuk sivitas akademika SMA Pradita Dirgantara dan Youtube Live untuk kalangan umum," ungkap Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara Dr. Yulianto Hadi, di Sekolah setempat, Minggu (27/9/2020).
Webinar yang diselenggarakan ini, menurut Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara, adalah bagian dari serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional. Beberapa kegiatan lain yang dilakukan antara lain Healthy Run, Sports Photo Contest, E-Sports, Workout Challenge, menyajikan makanan sehat, dan Pradita Sport Award. Di masa pandemi covid19 ini, menjaga imunitas tubuh dilakukan dengan cara menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani. Agar kesehatan dan kebugaran jasmani tetap terjaga dengan baik, salah satunya dengan memenuhi aktivitas fisik yaitu dengan kegiatan berolahraga. Berolahraga juga dapat menghilangkan kejenuhan atau stress bila dilakukan sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan dan menggembirakan.
Dalam acara Webinar kali ini, pembicara yang dihadirkan adalah dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or., Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret dan dimoderatori oleh Pandu Siawan, S.Pd., guru SMA Pradita Dirgantara.
Dr. Yulianto Hadi, selaku Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara menyatakan kegiatan ini bertujuan agar dapat memberikan wawasan kepada seluruh sivitas akademika SMA Pradita Dirgantara terkait masalah kesehatan di masa pandemi terutama selama pembelajaran daring.
"Olahraga dan kesehatan adalah sebuah siklus yang tidak dapat terpisahkan. Kita berolahraga agar tubuh menjadi sehat. Tetapi kita juga butuh tubuh yang sehat agar kita dapat berolahraga. Untuk itulah kita harus berolahraga dengan cara yang benar sehingga dapat membuat tubuh kita menjadi sehat," ujarnya.
Dalam paparannya, dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or. menyampaikan data terkait PTM (Penyakit Tidak Menular) yang seringkali diderita oleh remaja sebagai akibat dari kurang berolahraga misalnya saja overweight atau obesitas, hingga diabetes. Kemenkes merilis di Indonesia pada Juli 2020 PTM cenderung meningkat pada usia 10-14 tahun.
Intan juga menyampaikan terkait hasil penelitian pada Mei 2020 bahwa terjadi peningkatan physical inactivity dan kenaikan screen time pada anak-anak selama masa pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kesehatan baik fisik maupun mental.
"Selama masa pandemi para pelajar baik siswa maupun mahasiswa terpaksa harus melakukan pembelajaran secara daring, hal tersebut memberikan dampak terhadap kesehatan, yang paling utama adalah dampak pada kesehatan mata karena intensitas anak melihat ke layar gawai menjadi lebih sering, Selain itu anak-anak juga menjadi jarang bergerak dan duduk terus-menurus dalam waktu yang lama," tutunya.
Beberapa alternatif solusi disampaikan dr. Intan terkait hal tersebut, yaitu dengan menerapkan pola 20-20 selama melakukan pembelajaran secara daring. Dalam durasi waktu setiap 20 menit sekali, haruslah dilakukan relaksasi. Relaksasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Relaksasi mata misalnya, bisa dilakukan dengan melihat hal lain selain layar gawai. Sedangkan relaksasi fisik dapat dilakukan dengan melakukan peregangan otot. dr. Intan juga memberikan beberapa alternatif olahraga yang dapat dilakukan selama masa pandemi, misalnya saja workout, senam aerobik, bahkan game yang disertai dengan aktivitas fisik.
Acara webinar ditutup dengan dibacakannya pengumuman pemenang dari berbagai lomba dalam rangka Haornas 2020 yaitu pemenang untuk katagori lomba Healthy Run, Sports Photo Contest, E-Sports, Workout Challenge, menyajikan Makanan Sehat, dan Pradita Sport Award.* eko prasetyo - kisuta.com


