KKN Kebencanaan UNS Pasang EWS di Karanganyar
KISUTA.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan pemasangan alat pendeteksi longsor Early Warning System (EWS) sederhana di Desa Kemuning dan Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.
Tidak hanya EWS yang dipasang pada Senin (21/9/2020), "Tim KKN Kebencanaan UNS juga memasang tanda jalur evakuasi di beberapa titik sepanjang jalan di kedua desa tersebut, khususnya Dusun Melikan dan Dusun Sumbersari," ungkap tim bimbingan Dr. Pipit Wijayanti, M.Sc kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Sabtu (3/10/2020).
Kemudian, untuk membekali masyarakat mengenai bahaya tanah longsor serta kebencanaan, tim bimbingan Dr. Pipit Wijayanti, M.Sc ini melakukan Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh perwakilan warga dan kepala dusun. Pada FGD ini, membahas perihal kontingensi dalam pengurangan risiko bencana. Acara dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Bahasan tersebut meliputi skenario kejadian, skenario dampak, kebijakan, dan strategi hingga pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
FPRB sendiri merupakan sebuah forum yang dibentuk sebagai upaya pengurangan risiko bencana di daerah rawan bencana. Forum ini terstruktur serta diisi dengan koordinator dan anggota yang siap menjadi komando saat bencana terjadi.
Lebih lanjut Dr. Pipit menuturkan, diskusi antar masyarakat yang difasilitasi oleh tim KKN UNS ini menyegarkan kembali ingatan masyarakat mengenai pengetahuan dan pembelajaran kebencanaan. Khususnya kontingensi dan FPRB yang dilakukan oleh pihak lainnya sebelum kedatangan tim KKN UNS.
"Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tanah longsor. Mengingat lokasi KKN merupakan daerah dengan risiko longsor yang tinggi. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat dapat kembali mengingat tindakan mitigasi yang diperlukan apabila terjadi longsor, terlebih sebentar lagi memasuki musim hujan," terang Dr. Pipit.
Dr. Pipit menambahkan, bahwa antusiasme masyarakat dari kedua desa pun luar biasa dalam mengikuti serangkaian acara dari awal pelaksanaan KKN hingga pelaksanaan FGD serta pemasangan EWS dan rambu jalur evakuasi. Masyarakat aktif serta partisipatif selama berlangsungnya rangkaian kegiatan sehingga komunikasi antara masyarakat, perangkat desa, dan tim KKN berlangsung dengan lancar dan baik.* eko prasetyo - kisuta.com


