UNS sebagai Kampus Benteng Pancasila
KISUTA.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr. Jamal Wiwoho menyatakan UNS sebagai kampus benteng Pancasila bukan hanya berupa simbol sebuah kawasan pengamalan Pancasila yang terdapat tempat beribadah semua agama.
"Sehingga pada hari Jumat sebelum masa pandemi covid dapat ditemui semua mahasiswa beraktifitas ibadah bersama di dalam masjid, gereja, pura, vihara dan Klenteng di dalam satu kawasan," ungkapnya saat membuka secara resmi Pelatihan Perancangan Peraturan Perundangan-undangan berlandaskan Pancasila secara daring pada Selasa (6/10/2020).
Sementara itu, menurut Panitia Pelatihan Tuhana, MSc, SH, pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Kebijakan Daerah dan Kelembagaan (PPKDK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNS dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Lebih lanjut Rektor UNS mengatakan, pembentukan perundang-undangan atau produk-produk hukum harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dikarenakan bahwa Pancasila memiliki 3 (tiga) nilai dalam pembentukan perundang-undangan yaitu pertama, nilai dasar yang merupakan asas-asas yang diterima sebagai dalil secara mutlak. Nilai dasar Pacasila tersebut meliputi ketuhanan, kemanusian, persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.
Kedua, nilai instrumental yang merupakan pelaksanaan secara umum dari nilai-nilai dasar, terutama, berbentuk norma hukum yang selanjutnya dikristalisasi dalam peraturan perundang-undangan. Ketiga, nilai praktis merupakan suatu nilai sesungguhnya yang dilaksanakan dalam kenyataan yang berasal dari nilai dasar dan nilai instrumental.
Dengan demikian, kata Prof Jamal, nilai praktis sesungguhnya menjadi batu uji apakah nilai dasar dan nilai-nilai instrumental benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga nilai-nilai tersebut, kemudian, dikonkritisasikan ke dalam norma-norma hukum.
"Konkritisasi dari ketiga nilai-nilai tersebut menjadi penting, karena pembentukan peraturan perundang-undangan yang dibangun dapat diintegrasikan dan diselaraskan dengan kepentingan nasional, regional maupun global," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Tuhana mengungkapkan, peserta pelatihan diikuti dari seluruh Indonesia secara daring.* eko prasetyo - kisuta.com


