Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

300 Mahasiswa Perawat Uji Kompetensi di ITS PKU Muhammadiyah

Senin, 26 Oktober 2020
pku_3.jpg
Ist.

KISUTA.com - ITS PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi TUK (Tempat Ujian Kompetensi) kegiatan Uji Kompetensi DIII Keperawatan Indonesia ( UKDiKI) yang diadakan oleh panitia pusat dan bekerjasama dengan AIPVIKI (Assosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia) pusat. Kegiatan dilaksanakan pada 24 - 26 Oktober 2020.

Cemy Nur Fitria selaku Wakil Rektor I Bidang Pendidikan bahwa jumlah peserta Ukomnas di ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mencapai 300 mahasiswa. Mahasiswa Keperawatan berasal dari mahasiswa ITS PKU Muhammadiyah Surakarta 159 mahasiswa, Akper Patria Husada 33, Akper Insan Husada 50, Poltekes Surakarta10, Stikes Mitra Husada Karanganyar 36 dan Poltekes Semarang 12 mahasiswa.

Cemy Nur Fitria M. Kep, menyatakan “Pelaksanaan uji kompetensi telah berjalan dengan baik dan lancar, kemudian protocol kesehatan tetap dijalankan oleh semuanya dikarenakan masih di masa pandemi Covid 19 dari pemakaian masker, face shield, cuci tangan, pemakaian sarung tangan (handscoon). Kerjasama antara Pengawas Pusat (PP), Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Pengawas Lokal (PL), Adminitrasi TUK, dan kerja sama yang baik panitia Internal ITS PKU Muhammadiyah Surakarta dalam kegiatan ukomnas sangat baik, sehingga pelaksanaanya terkoordinasi dengan baik dan tanpa kendala yang berarti.

Disampaikan Koordinator CBT Ukom Sulastri, S. Kep., Ns., M.Kep., “Dalam pelaksanaan uji kompetensi di ITS PKU Muhammadiyah Surakarta terdapat 300 peserta dengan kita bagi 6 sesi masing masing sesi 50 peserta”.

“Mengingat masih dimasa pandemi covid19 peserta diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang sudah kami tentukan antara lain, peserta wajib bermasker bedah, menggunakan hand scone, menggunakan face Shield, memakai baju berlengan panjang dan tempat ujian juga berjarak” kata Sulastri.

“Sebelum masuk ke lokasi peserta wajib cuci tangan dan cek suhu, suhu maksimal 37.5, jika ada peserta dengan suhu lebih dari itu diistirahatkan dulu dengan dikasih minum (kurang lebih 10 menit), kemudian dicek ulang. Jika 2x pengecekan suhu masih sama peserta dipulangkan dan tidak boleh ikut ujian. Semua ini kita lakukan untuk kepentingan bersama dan mengantisipasi penyebaran Covid19 agartidak terjadi cluster baru,” kata Sulastri.* Eko Pasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya