Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Fakultas Ekonomi Unisri Gelar KKL Internasional Virtual

Kamis, 5 November 2020
edi.jpg
Ist.
DEKAN Fakultas Ekonomi Unisri, Edi Wibowo, SE, MM, ketika membuka KKL International Virtual.*

KISUTA.com - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta untuk menyelenggarakan Kuliah Kunjungan Lapangan (KKL), karena tidak bisa melakukan kegiatan secara langsung, maka KKL dilakukan secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Ketua KKL, Djoko Kristianto, SE, MSi menjelaskan, KKL wajib diikuti mahasiswa prodi akuntansi dan manajemen yang mengambil mata kuliah Manajemen Strategi, jumlah peserta 426 dengan 19 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Edi Wibowo, SE, MM, dalam sambutan menyampaikan bahwa konsep KKL dikemas dalam Internasional Webinar dengan tema The Company Strategy in Facing Pandemy Covid-19.

"Ini merupakan KKL kedua yang menggunakan konsep kunjungan ke luar negeri. Tahun lalu kita mengunjungi Singapura dan Malaysia. Tahun ini karena pandemi kita kemas dalam bentuk webinar," paparnya.

Lebih lanjut, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa konsep internasionalisasi kegiatan KKL dalam rangka membekali mahasiswa dengan pengetahuan, ketrampilan dan soft skills agar mahasiswa nantinya setelah lulus bisa memasuki dan bersaing di pasar tenaga kerja global.

Narasumber pertama dari Universitas Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Prof. Dr. Burhanuddin Mohd Aboobaider, menyampaikan materi The Company Strategy in Facing.

Sedangkan narasumber kedua, Ketua Prodi MM Unisri, Dr. Asih Handayani, MSi, MPd, memaparkan materi Strategic Management in Theory and Practice.

Selain dari kalangan akademi dari dalam dan luar negeri, KKL menghadirkan praktisi bisnis dari industri textiel, CEO Sekar Lima Pratama, Liliek Setiawan.

Praktisi berikutnya mewakili industri media, yaitu CEO Suara Merdeka Network, Kukrit Suryo Wicaksono. Dalam paparannya menyampaikan dampak dari pandemi covid-19 diantara perekonomian menjadi lesu, biaya operasional, biaya bahan baku meningkat dan pengusaha kesulitan mendapatkan order.

" Menghadapi situasi yang demikian maka solusi yang bisa diambil adalah dengan pilihan strategi bertahan, rapatkan barisan, menyusun strategi baru dan menjaga solidalitas, serta melakukan inovasi digitalisasi, perampingan organisasi dan melakukan inovasi produk baru, " ungkapnya.

Pelaksanaan webinar yang digelar via zoom berjalan sangat komunikatif dan interaktif, para peserta antusias mengikuti dan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya