Sekeluarga Tolak Swab Test, Padahal Satu Anggota Keluarga Meninggal Positif Covid-19
KISUTA.com – Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Solo, dr. Siti Wahyuningsih mengaku memang ada satu keluarga menolak menjalani tes swab. Padahal salah satu anggota keluarganya, M (51) meninggal dunia karena Covid-19. Bahkan ibu M, yakni W (71) juga meninggal dunia saat karantina mandiri.
“Mereka tidak mau diswab, tapi maunya karantina mandiri,” ungkap Siti yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, di Balaikota Solo, Kamis (5/11/2020).
Menurut Siti, kasus bermula saat M yang masih berstatus suspek meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Solo, 29 Oktober lalu. M terkonfirmasi positif pada 2 Oktober berdasarkan hasil uji tes PCR.
Berdasarkan hasil penelusuran Satgas, diketahui M berinteraksi dengan 13 orang keluarganya yang tinggal serumah. Namun saat diminta menjalani uji swab, satu keluarga itu menolak. “Akhirnya, kami minta karantina mandiri, tapi lingkungan harus memastikan keluarga itu betul-betul karantina mandiri,” jelas Siti.
Selain itu, menurut Siti, baik kelurahan maupun RT/RW setempat juga harus menjamin semua kebutuhan keluarga tersebut selama menjalani karantina mandiri. “Termasuk baik kepada keluarga maupun lingkungan, kalau ada apa-apa segera lapor ke kelurahan atau puskesmas,” ujarnya.
Selama menjalani karantina mandiri, W meninggal dunia. Menurut Siti, keluarga menyebut W tidak mengalami gejala sama sekali. Meski demikian, prosesi pemakaman W dilakukan dengan protokol Covid-19. “Kita tidak tahu apakah meninggal karena covid atau tidak karena belum diambil swab-nya,” jelasnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


