Senin, 1 Juni 2026
Sastra & Humor

RSUD Ngipang Surakarta Lakukan Pembatasan Layanan

Senin, 9 November 2020
ahyani1.jpg
Eko Prasetyo/KISUTA.com
RSUD Ngipang Solo untuk sementara tidak membuka layanan poliklinik, rawat jalan, rawat inap, operasi, dan persalinan. Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun hanya melayani korban kecelakaan.*

KISUTA.com – Ketua Satgas Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengakui memang ada pegawai RSUD Ngipang Surakarta yang tertular Covid-19. “Jumlahnya banyak. Ada 20-an lebih,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, di Solo, Senin (9/11/2020).

Ahyani yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) kota Solo mengemukakan, kasus pertama di RSUD Ngipang pertama kali teridentifikasi tiga hari yang lalu. Kemudian Satgas melakukan contact tracing secara masif di rumah sakit tersebut. “Hasilnya baru keluar kemarin. Ini masih kita sisir datanya. Sejauh ini ada 20-an yang positif,” ungkapnya.

Ahyani mengakui, Satgas tidak bisa memastikan dari mana para pegawai itu tertular Covid-19. Kebetulan sebagian besar pegawai yang tertular berdomisili di luar kota. “Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka tertular saat berada di rumah. Atau bisa jadi waktu interaksi dengan orang di luar, ternyata interaksi dengan OTG,” ujarnya.

Berdasarkan pengumuman yang diunggah akun instagram resmi RSUD Ngipang, rumah sakit milik Pemkot Solo itu untuk sementara tidak membuka layanan poliklinik, rawat jalan, rawat inap, operasi, dan persalinan. Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun hanya melayani korban kecelakaan. Pembatasan layanan diberlakukan sejak Senin (9/11) hingga Jumat (13/11).* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya