Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Rektor UNS Dorong Mahasiswa Awasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak

Jumat, 13 November 2020
kada_2.jpg
Humas UNS

KISUTA.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, mengajak dan mendorong mahasiswa untuk mengawasi jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 pada 9 Desember mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menyukseskan Pemilihan Serentak 2020 di Ruang Digital”, bertempat di Emerald Grand Ballroom Solo Paragon, Jumat (13/11/2020).

Dalam diskusi bersama Prof. Widodo Moektiyo (Dirjen IKP Kemkominfo RI) dan Prof. Sofyan Anif (Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)), Prof. Jamal, mengatakan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun ini terbilang unik. Hal tersebut dikarenakan Pilkada digelar di ratusan daerah bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia.

“Ini bisa jadi catatan sejarah yang luar biasa. Karena Pilkada melibatkan 270 daerah secara serentak. Sejak kita merdeka, belum ada Pilkada dimasa pandemi. Oleh karena itu, tata caranya berbeda dengan tetap mempertahankan 3M dan PPS harus selektif memilih tempat yang akan dijadikan TPS. Jangan sampai terjadi klaster Pilkada,” ujarnya.

Selain kedua hal di atas, Prof. Jamal menambahkan jumlah generasi muda, termasuk generasi Z, yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 sangat banyak. Hal ini dinilai Prof. Jamal sebagai sebuah keunggulan.

Sebab, generasi muda yang memiliki kemampuan penggunaan teknologi informasi (TI) secara mumpuni dapat berperan secara aktif dalam mengawasi jalannya Pilkada serentak 2020 agar berjalan secara jujur dan adil.

Prof. Jamal menyebutkan mahasiswa punya 3 peran dalam Pilkada serentak. Yaitu, mahasiswa dapat menjadi penyelenggara, pemantau, dan pelapor dugaan terjadinya pelanggaran pemilihan.

Untuk mewujudkan ketiga peran tersebut, mahasiswa sebagai insan intelektual harus memiliki netralitas, integritas, kemampuan berpikir yang kritis dan objektif, kemampuan memobilisasi ide-ide baru yang konstruktif bagi kepentingan pengambilan keputusan politik dan kebijakan publik, serta kemampuan sebagai penyeimbang informasi.

“Manakala terjadi kecurangan dalam Pilkada kalian mahasiswa yang bisa aktif untuk melaporkan adanya pelanggaran dan kecurangan di dalam Pilkada. Tentu mahasiswa sebagai insan intelektual saya harapkan punya integritas dan netralitas dan mempunyai independensi. Ada komitmen dan loyalitas berjuang bagi rakyat,” ucapnya.

Di hadapan mahasiswa UNS, UMS, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta dan STIE AUB yang mengikuti jalannya diskusi, ia mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa.

Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan, memainkan peran dan fungsi sosial politiknya, dan membangun kesadaran masyarakat untuk mampu berdemokrasi secara lebih baik.

Baginya, Pilkada serentak yang menjunjung tinggi semangat demokrasi merupakan pengambilan keputusan publik yang paling aman yang bisa dipantau oleh semua orang. Demokrasi juga mampu mengurangi risiko terjadinya konflik dan kekerasan dan dapat membuka peluang bagi semua orang untuk menjadi pemimpin.

“Pilkada ini instrumen publik untuk mempercayakan kedaulatan. Siapapun itu yang akan menjadi elite politik dan dipercaya masyarakat harus memenuhi amanat untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Prof. Jamal.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya