Senin, 1 Juni 2026
Sastra & Humor
Bupati Bandung di Peringatan HKN ke-56

Cegah Penyebaran Covid-19: Tingkatkan Kewaspadaan tapi Jangan Khawatir Berlebihan

Kewaspadaan harus ditingkatkan, tapi juga jangan terlalu khawatir yang berlebihan. Aktivitas harus berjalan, masyarakat tetap produktif dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selasa, 17 November 2020
dang.jpg
Humas Pemkab Bandung
BUPATI Bandung H. Dadang M. Naser

KISUTA.com - Kasus covid-19 terus naik, tak terkecuali di Kabupaten Bandung. Untuk mencegah penyebaran lebih banyak, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

"Tapi masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan menghadapi pandemi global ini," kata Dadang Naser di sela-sela acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 tingkat Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame Soreang, beberapa waktu lalu.

Menurut Dadang Naser, sosialisasi pencegahan terhadap potensi munculnya klaster baru, baik di keluarga, pesantren, peribadatan, industri maupun nanti saat sekolah melakukan tatap muka, harus terus dilakukan.

"Kewaspadaan harus ditingkatkan, tapi juga jangan fobia, jangan terlalu khawatir yang berlebihan. Aktivitas harus berjalan, masyarakat tetap produktif dengan menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Peringatan HKN ke-56, kata Dadang Naser, harus jadi momentum bagi jajarannya untuk melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah penanganan sebaran Covid-19.

Pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membagikan kurang lebih 90 ribu masker di 63 titik, dengan sasaran utama pondok pesantren dan tempat kerumunan seperti pasar, terminal serta rumah sakit.

"Dengan pembagian masker ini, masyarakat diajak untuk taat, patuh dan berperan aktif mendisiplinkan diri dan lingkungan sekitarnya, dalam mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami menyebutkan, selain bagi-bagi masker gratis dan penempelan stiker ajakan bermasker, peringatan HKN tahun ini juga dimeriahkan dengan bersepeda santai dan senam bersama.

"Kami mengajak masyarakat untuk taat, patuh, disiplin dan tidak kendor untuk bermasker, agar Covid di Kabupaten Bandung segera berakhir atau minimal bisa kita tekan angka sebarannya. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, perlu peran aktif seluruh masyarakat untuk menyadari pentingnya memakai masker," terangnya.

Sampai saat ini pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan screening test di 13 pondok pesantren (ponpes). Ia pun meminta agar para pengurus ponpes, dapat menerima kedatangan petugas.

Sekitar 60% kasus Covid-19 yang muncul di Kabupaten Bandung, ungkap Grace, adalah orang tanpa gejala. "Ini yang kita khawatirkan, karena bisa menularkan pada keluarga yang punya penyakit bawaan atau komorbit dan dapat menyebabkan kematian," ujarnya.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya