LPPM UNS Diseminasikan Proses Pengeringan Rumput Laut
KISUTA.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) di bawah tim Produk Teknologi yang Didiseminasikan kepada Masyarakat (PTDM) menggelar kegiatan diseminasi proses pengeringan rumpun laut di Desa Randusanga Wetan, Kecataman Brebes, Kabupaten Brebes.
“Desa Randusanga Wetan Kabupaten Brebes merupakan wilayah paling dikenal di Brebes sebagai daerah penghasil rumput laut Gracialia sp yang dibudayakan oleh petani pembudidaya rumput laut dalam tambak air payau,” ungkap Ketua Tim Dr. Ir. Joko Riyanto, MP kepada wartawan di Kampus UNS, Solo, Selasa (1/12/2020).
Joko mengatakan, berdasarkankan data, saat ini petani pembudidaya rumput laut di desa itu ada sebanyak 200 petani yang tergabung dalam Koperasi Usaha Bersama (KUB) Rumput Laut Tambak Aji yang di ketuai oleh H. Dr. Tabrani.
Dari permintaan sebanyak 1.000 ton rumput laut kering/bulan, menurut Joko, saat ini baru terpenuhi sekitar 100 ton/bulan. “Padahal perusahaan agar-agar yang berskala besar telah bersedia menampung rumput laut dari Brebes, antar lain CV. Agar Sari Jaya-Malang, PT Agarindo-Tangerang, PT. Indoflora Cipta Mandiri-Malang, PT. Sumber Laut-Surabaya dan PT Agar Sehat-Pasuruan,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Joko, tujuan pemberdayaan masyarakat petani pembudidayaan rumput laut di tambak Randusanga Wetan melalui aplikasi teknologi tepat guna kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan manajemen.
Permasalahan yang dihadapi proses pengeringan hanya diletakkan ditanah sepanjang jalan desa, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan. “Tim PTDM LPPM UNS bersama-sama dengan petani tergabung dalam KUB menyelesaikan permasalahan dengan aplikasi teknologi tepat guna inovasi penggunaan para-para untuk pengeringan rumput laut,” jelas Joko yang juga dosen prodi Perternakan Fakultas Pertanian UNS.
Lebih lanjut Joko mengatakan, kegiatan ini didanai oleh PTDM Kemenristek/BRIN tahun 2020. Berlangsung di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes pada tahun 2020. Tim PTDM ini kolaborasi antara lain, Dr. Ir. Joko Riyanto Fakultas Pertanian UNS, Prof. Ir. Tri Winarni Agutini, M.Sc Fakultas Perikanan dan Kelautan UNDIP dan Bambang Sumiyarso, ST, MT , Program Studi Teknik Mesin Polines.
Menurut Joko, kesimpulan hasil kegiatan ini yakni penggunaan inovasi tepat guna para-para untuk pengeringan rumput laut hasil panen oleh petani pembudidaya rumput laut telah memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengeringkan rumput laut secara efisian dan efektiv.
“Petani pembudidaya rumput laut memperoleh manfaat peningkatan produksi rumput laut kering dan rumput kering yang diperoleh hingga 100%, kualitas rumput laut berdasarkan kadar airnya meningkat 100%,” jelasnya.
Di samping itu, menurut Joko, petani pembudidaya rumput laut sudah mengeringkan rumput laut menggunakan para-para dan menghemat penggunaan tenaga kerja dan waktu pembalikan; petani memperoleh kenaikan harga jual rumput diatas Rp. 5.000,- /kg, dan sebagainya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


