Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Pentas Perdana, Teater Djong UNS Suguhkan 'Namaku Indonesia'

Senin, 14 Desember 2020
ajong.jpg
Humas UNS

KISUTA.com – Pentas perdana disuguhkan Teater Djong milik Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui kanal Youtube resminya. Kendati perdana, sampai berita ini ditulis, pentas tersebut berhasil meraup jumlah penonton hingga 800 lebih.

Kelompok kerja yang baru lahir tahun 2020 ini pun memilih naskah ‘Namaku Indonesia’ karya Sosiawan Leak—Seniman Solo sekaligus Alumnus UNS—untuk ditampilkan pada Minggu (13/12/2020) kemarin. Melalui pesan singkat, berkesempatan untuk berbincang dengan sutradara pentas, Fatony Gifar Putranto.

“Secara garis besar naskah ini menceritakan tentang perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dari zaman kerajaan sampai sekarang, di mana saat ini bangsa Indonesia sudah tidak melawan bangsa lain tetapi melawan bangsanya sendiri,” ujar Fatony, Minggu (13/12).

Pementasan ini salah satunya menyuguhkan adegan belasan warga yang tengah mendengarkan siaran proklamasi Indonesia melalui radio-radio. Sebuah siaran yang seketika membuat orang-orang bersorak karena menandakan awal perjalanan Indonesia. Hingga kemudian, digambarkan kondisi bangsa saat ini yang diliputi tindak kriminalitas, premanisme, perundungan, dan Narkoba sebagai ancaman besar bagi generasi muda.

Maka melalui ‘Namaku Indonesia’, imbuh Fatony, Teater Djong ingin mengajak para penonton khususnya para pemuda untuk memegang teguh identitas sebagai bangsa Indonesia dan mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan untuk merdeka.

“Bukan ‘merusak’ bangsa ini dengan tindak kriminalitas, saling adu domba, premanisme, perundungan, juga Narkoba,” ungkapnya.

Adapun untuk persiapan, Fatony dan kawan-kawan membutuhkan waktu lebih dari empat bulan karena sempat terkendala pandemi Covid-19. Ia pun berharap, Teater Djong dapat terus berlanjut dan berproses bersama untuk menyuguhkan pentas-pentas berikutnya yang lebih luar biasa, serta dapat turut menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kecintaan pada ilmu sejarah dalam diri pemuda.

“Semoga pementasan kemarin tidak hanya sebagai pentas saja, tetapi pesan moral yg terkandung didalamnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan para penonton,” tutup Fatony.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya