Ketat Terapkan Prokes, Kota Bandung Gelar STQ
STQ berlangsung pada 15-17 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan konsentrasi massa.
KISUTA.com - Selama tiga hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Seleksi ilawatil Quran (STQ). Ini merupakan salah satu upaya mendorong agar generasi muda Kota Bandung semakin mencintai dan bersahabat dengan Al-Quran.
"STQ itu tidak hanya sekadar seremonial saja, tetapi melalui STQ dapat menjadi salah satu sarana untuk mencintai Al-Quran,” kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial ketika membuka STQ ke-37 Tingkat Kota Bandung 2020, di Masjid Agung Al Ukhuwah Kota Bandung, Selasa (15/12/2020).
Ditegaskan Oded, untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai kota agamis, Pemkot Bandung akan selalu mendukung dan mengapresiasi pembinaan karakter melalui gelaran STQ ini.
“Kota Bandung akan terus mewujudkan sebagai kota yang agamis. Mudah-mudahan pertilawahan Al-Quran di Kota Bandung semakin baik," katanya.
Oded berharap, melalui pembinaan dan pendidikan Al-Quran dapat membentuk karakter sumber daya manusia yang unggul sesuai dengan visi Kota Bandung saat ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), Ema Sumarna mengungkapkan, sebanyak 207 peserta dari 30 Kecamatan akan mengikuti STQ Tingkat Kota Bandung.
Para peserta akan mengikuti 10 cabang lomba. Kali ini STQ diselenggarakan di Kompleks Masjid Agung Al Ukhuwah Kota Bandung.
Sepuluh cabang perlombaan tersebut, yaitu cabang tilawah anak-anak dengan 26 peserta, tilawah dewasa (43 peserta), Tahfiz 1 juz dan tilawah (34 peserta), Tahfiz 5 juz dan tilawah (23 perserta), Tahfiz 10 juz (25 peserta), Tahfiz 20 juz (19 peserta).
Selain itu juga Tahfiz 30 juz (13 peserta), dan bidang tafsir Al-Quran bahasa Arab (6 peserta), hafalan 100 hadits dengan sanad (10 peserta) dan hafalan 500 hadits tanpa sanad (8 peserta).
Ema menyebut, STQ berlangsung pada 15-17 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan konsentrasi massa. “Pembukaan dan penutupan STQ ke-37 dihadiri oleh pejabat dan undangan terbatas dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat," katanya.
"Kehadiran di lokasi lomba hanya diperkenankan bagi dewan hakim, panitia dan khafilah yang akan tampil sesuai urutan yang ditetapkan. Seluruh proses kegiatan pembukaan, penutupan dan penampilan peserta lomba dapat diakses melalui media sosial LPTQ Kota Bandung,” jelas Ema.* Dadang Sutarjan - kisuta.com


