Senin, 1 Juni 2026
Sastra & Humor

Walikota Solo: Wisatawan yang Menginap Tanggung Jawab Pihak Hotel

Rabu, 16 Desember 2020
rudy_2.jpg
Humas Pemkot Solo
WALIKOTA Solo FX Hadi Rudyatmo.*

KISUTA.com – Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan, risiko wisatawan yang tidur di hotel dan yang terpapar Covid-19 menjadi tanggung jawab masing-masing pihak hotel. Untuk itu, dirinya menekankan pada pihak hotel untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Nanti kalau ada yang positif, jangan protes kalau hotelnya ditutup sementara. Makanya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kalau memang ada tamunya dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat jangan diperbolehkan masuk,” jelas Walikota Solo saat dihubungi via telpon seluler, Rabu (16/12/2020).

Lebih lanjut Walikota Solo mengatakan, Pemerintah Kota Solo bakal mengoperasikan rumah karantina bagi pemudik di Solo Techno Park mulai tanggal 19 Desember 2020. “Rumah karantina tersebut diperuntukkan bagi pemudik nekat pada momen libur akhir tahun 2020,” tandasnya.

Wali Kota Solo mengatakan, masyarakat harus bisa membedakan antara wisatawan dan pemudik. Sistem karantina yang akan diterapkan khusus bagi pemudik saja. “Kalau ke Solo mau wisata dan tidur di hotel ya silahkan saja. Tidak akan dikarantina. Ini khusus pemudik dan kita akan mengoptimalkan Jogo Tonggo,” ungkapnya.

Rudy, panggilan akrab Walikota Solo mengatakan, identifikasi pemudik dan datang ke Solo nanti akan mengoptimalkan petugas Jogo Tonggo dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RW. Sistem penjemputan dengan armada bus yang diberlakukan seperti Lebaran 2020 lalu, tidak akan diberlakukan kembali karena dinilai tidak efektif.

“Setelah melalui evaluasi, ternyata tidak efektif. Makanya tidak akan kita gunakan lagi. Cukup nanti optimalkan Jogo Tonggo, begitu ada yang mudik, langsung dijemput dari rumah menuju rumah karantina di Solo Techno Park,” jelasnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya