Senin, 1 Juni 2026
Sastra & Humor

Pusdemtanas UNS Bahas Kina sebagai Bahan Obat Covid-19

Rabu, 30 Desember 2020
akina.jpg
Humas UNS

KISUTA.com - Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Formulasi Eukaliptus dan Kina Sebagai Bahan Obat untuk Menghambat Laju Covid-19 Untuk Mewujudkan Ketahanan Kesehatan” secara daring, di Gedung LPPM UNS, Solo, Selasa (29/12/2020) petang.

Acara mengundang beberapa ahli dari Universitas dan Universitas Sebelas Maret maupun ahli dari luar UNS, antara lain Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Ahli Bioteknologi Obat Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan, Kepala Pusdemtans LPPM UNS Dr. Sunny Ummul Firdaus, S.H., M.H., Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng, Ahli Farmasi UNS Dr. rer.nat Saptono Hadi, S.Si., Apt., Ahli Biokimia UNS Dr. Ahmad Pramono, S.Pt., M.P., Ahli Kehutanan UNS Dr. Marimin, M.Si., Ahli Tanaman UNS Dr. Sc. Agr Rahayu, S.P., M.P.

Kepala Pusdemtans LPPM UNS Dr. Sunny Ummul Firdaus, S.H., M.H mengatakan FGD yang melibatkan berbagai lintas minat keilmuan dan keahlian ini diharapkan dapat mendapatkan hasil yang bermanfaat untuk menghasilkan inovasi yang menghambat laju panyebaran Covid-19, yang saat ini menghantam dunia sekaligus untuk memanfaatkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Bromo UNS. Menurut Dr. Rahayu lahan yang siap tanam di KHDTK Hutan Bromo yang dimanfaatkan untuk budidaya pengembangan eukaliptus dan kina inilah yang kemudian diharapkan dapat dikembangkan lagi untuk menghasilkan bahasn inhibitor virus corona dari eukaliptus serta kina dengan teknik destilasi.

Sementara itu, Rektor UNS Prof Jamal menyampaikan pengembangan tanaman eukaliptus dan kina di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Bromo UNS sejalan dengan roadmap dan Rencana Induk Penelitian (RIP) Institusi dan pengembangan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk periode 2012-2015.

“RIP Penelitian UNS diarahkan pada penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan sepenuhnya mengacu kepada indikator universitas modern berkelas dunia yang mencakup indikator publikasi berkualitas, jumlah pendaftaran paten dan ragam hak kekayaan intelektual lainnya, serta produk teknologi dan atau pengetahuan untuk layanan pengabdian kepada masyarakat.” Imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula, Dr. Arief pakar dari Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan turut memberi masukan bahwa untuk memanfaatkan lahan KHDTK Hutan Bromo, selain eukaliptus dan kina dapat dikembangkan pula Artemisia Annua yang merupakan obat malaria, tetapi akhir-akhir ini cukup memiliki dampak terhadap penyembuhan Covid-19, dan saat ini juga Kementerian Pertahanan sedang melakukan penanaman tanaman ini.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya