Dorong Karier Alumnus, CDC UNS Ambil Peran Penting
KISUTA.com – Setelah resmi berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), Universitas Sebelas Maret (UNS) menetapkan target 90% untuk ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pertama yang tercantum dalam Kepmendikbud Nomor 754/P/2020. Salah satunya perihal persentase lulusan yang mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak.
Berkaitan dengan hal ini, Prof. Jamal Wiwoho selaku Rektor UNS mengatakan pentingnya peran Career Development Center (CDC) UNS untuk mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa maupun alumnus dalam meniti karier profesionalnya.
“Tentu peran CDC menjadi sangat penting karena harapan kita, sebelum lulus dibekali CDC. Saya titip pesan juga kepada para alumnus, utamanya yang memegang kendali di perusahaan-perusahaan nasional, lokal, dan internasional. Harapannya dapat membantu perekrutan alumnus UNS,” ujar Prof. Jamal saat menghadiri Wedangan IKA UNS, Jumat (15/1/2021).
Peran CDC UNS pun diulas lebih lanjut dalam Wedangan IKA UNS XL tersebut. Hadir sebagai pembicara yakni Dr. Ir. Kusnandar, M.Si (Kepala CDC UNS), Ir. Agus Karianto, MM. (Direktur SDM PT. Adhi Karya), dan beberapa alumnus UNS lainnya.
Mengawali materi, Dr. Kusnandar menyebut CDC UNS sebagai ‘jembatan sukses karier’. Selain itu, ia menyinggung peran CDC UNS dalam mendampingi siswa untuk menghadapi beragam tantangan dan kondisi tidak pasti seperti pandemi Covid-19 saat ini.
Alumnus Agribisnis UNS ini menuturkan, pandemi Covid-19 seolah membuat keadaan mengalami decoupling atau keterlepasan dengan masa lalu. Dengan demikian, pola lama tidak lagi berpotensi dan dapat diandalkan 100% untuk memproyeksi masa depan yang menjadi lebih kompleks.
“Ini ada pergesaran ke arah pekerjaan yang jarak jauh dan digital. Otomatis teknologi yang menjadi tantangan. Pekerjaan yang membutuhkan pemikiran analitis, strategis akan prospek ke depan,” jelas Dr. Kusnandar.
Ada tiga tataran peran CDC UNS yang dijelaskan Dr. Kusnandar, yaitu input (masukan), proses, dan output (luaran). Pada tataran masukan, perguruan tinggi dan CDC UNS memberikan pelatihan soft skill dan hard skill, serta identifikasi potensi melalui psikotes. Kemudian untuk luaran, CDC menghadirkan Prejob Training dan menyediakan informasi yang kuat.
Sementara pada tataran proses, CDC UNS menekankan pentingnya suasana akademis mahasiswa yang mendukung dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut Dr. Kusnandar, yang menarik dari ‘proses’ ini adalah hadirnya Kampus Merdeka di mana kolaborasi dengan industri menjadi salah satu kata kunci yang dominan
“Misalkan magang, lalu satu semester kita bisa cemplungkan mahasiswa di BI Institute. Peran alumnus yang mempunyai perusahaan juga bisa memberi kesempatan magang di sana. Atau menjadi mentor dalam mentoring yang bisa direkognisikan. Pola-pola baru seperti yang menjadi tantangan kita,” imbuh Dr. Kusnandar.
Tidak hanya di lingkup universitas, pengembangan SDM juga perlu ada di perusahaan. Sebagaimana peran yang diemban Dr. Kusnandar, Ir. Agus Karianto, MM selaku Direktur SDM PT. Adhi Karya yang merupakan BUMN.
Untuk mengembangkan SDM di BUMN dan menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta, ada tujuh elemen yang disebutkan Agus. Yaitu semua BUMN mempunyai core values yang sama, punya EVP dan employee branding, talent and succession management system, learning and development management system, bagaimana memberikan reward and performance management system, human capital technology, dan human capital data analytic.
Apresiasi untuk CDC UNS
PADA kesempatan ini, hadir pula alumnus kebanggaan UNS yang berhasil memperoleh karier profesional dengan turut serta CDC UNS dalam prosesnya. Salah satunya ialah Tya Rizky Noviani, Pengawas Junior Jasa Keuangan Nonbank di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Alumnus Teknik Industri FT UNS ini menyampaikan apresiasi bagi Dr. Kusnandar dan tim yang tidak hanya menyediakan informasi karier, namun memverifikasi dokumen para kandidat dengan saksama. CDC UNS, imbuh Tya, sangat detail untuk memitigasi risiko di tahap seleksi administrasi.
Di sisi lain, Tya memberikan masukan untuk pengembangan program CDC UNS. Salah satu yang ia soroti adalah bagaimana memberi pelatihan sekaligus mendekatkan diri dengan para mahasiswa melalui beragam kolaborasi, pembuatan konten Youtube, gelar wicara, dan sebagainya.
“Komunikasi paling mudah adalah masuk menjadi bagian kita (red: pemuda/mahasiswa). Mungkin bisa diawali dengan survei mini perihal konten atau platform apa yang paling diminati mahasiswa saat ini,” katanya.
Selain Tya, beberapa alumnus yang turut hadir dan membagikan ceritanya adalah Tsania Uli Alba (bekerja di PCPM 35 Bank Indonesia), Emanuel Agrica Dewanto (Asisten Manajer Branding di BRI Palopo), serta Muhammad Zakky Alamsyah (PT. Wijaya Karya bagian Akuntansi dan Keuangan).* Eko Prasetyo - kisuta.com


