Kasus Corona di Kabupaten Boyolali, Didominasi Empat Klaster
KISUTA.com - Kasus terkonfirmasi Coronavirus (Covid-19) di Kabupaten Boyolali, Jateng makin meluas. Bahkan bulan ini didominasi empat klaster. Salah satunya klaster pondok pesantren (ponpes). Selain itu juga terdapat klaster keluarga dari Kecamatan Wonosegoro sebanyak enam orang positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina mengakui akhir-akhir ini terjadi penambahan klaster yang cukup mengkhawatirkan. “Kebanyakan klaster yang berasal dari pondok pesantren,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Sabtu (20/3/2021).
Menurut Ratri, sejumlah pondok pesantren (Ponpes) yang santrinya terkonfirmasi positif Covid-19 yakni Ponpes Darul Abror di Kecamatan Karanggede yang menginfeksi 64 orang. Adapula Ponpes Al Madinah di Kecamatan Nogosari ada.
Seiring itu, Dinkes Kabupaten Boyolali berupaya menambah jumlah rumah sakit yang mampu menangani pasien Covid-19 di daerahnya. Dua di antara rumah sakit swasta yakni Rumah Sakit Hidayah di Desa Kragilan; Kecamatan Mojosongo dan Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali serta tiga rumah sakit lainnya yang masih menunggu proses rekomendasi.
Untuk perawatan kasus Covid-19 sekarang ini sudah ada beberapa rumah sakit swasta yang mulai merawat pasien-pasien Covid-19. Dan itu sudah berproses untuk kita berikan izin supaya memenuhi standar pencegahan infeksi untuk Covid-19,” ujarnya.
Camat Karanggede, Ari Wahyu Prabowo menjelaskan, dua orang pimpinan Ponpes Darul Abror melakukan perjalanan luar daerah beberapa waktu yang lalu. Setelah itu keduanya pondok merasakan gejala mirip Covid-19 dan diarahkan untuk melakukan tes rapid antigen.* Eko Prasetyo - kisuta.com


