Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

24 SMP d Solo Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Partisipasi Siswa Masih Rendah

Rabu, 24 Maret 2021
amuka.jpg
Humas Pemkot Solo

KISUTA.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mulai membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebanyak 24 SMP. Namun demikian, partisipasi siswa untuk mengikuti PTM justru rendah.

"Partisipasi siswa dalam mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Solo masih rendah," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Solo Putut Gunawan, Rabu (24/3/2021).

Hal itu diketahui saat Komisi IV DPRD Solo melakukan sidak di SMPN 3 dan SMPN 4 Solo.

"Kami memantau sendiri di lapangan terkait PTM di SMPN 3 dan SMPN 4 Solo. Ternyata terdapat kursi kosong, siswa tidak semuanya datang ke sekolah," kata Putut.

Dikatakannya, secara umum pelaksanaan PTM kedua sekolah berjalan baik. Protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik, diantaranya ruang kelas hanya diisi 12-14 siswa dan diberlakukan jaga jarak.

"Sayangnya masih banyak orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya ikut PTM. Kondisi tersebut membuat partisipasi PTM di Solo rendah," terang dia.

Ia mencontohkan di SMPN 3 Solo dari surat formulir pernyataan bermaterai orang tua untuk mengizinkan anak mengikuti PTM, hanya terealisasi 25 persen. Sementara di SMPN 4 Solo hanya 50 persen.

"Sisanya orang tua tidak mengembalikan formulir. Yang artinya orang tua masih enggan melepas anaknya untuk mengikuti PTM," kata dia.

Ia menambahkan angka partisipasi PTM di sekolah negeri lebih baik dibandingkan negeri. Komisi IV DPRD Solo meminta sekolah untuk lebih gencar melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan pada orangtua.

Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Anna Budiarti nenambahkan hasil sidak PTM di SMPN Islam Diponegoro dan Mangunsidi pelaksanaanya 90 persen. Partisipasi PTM dua sekolah swasta tesebut jauh lebih baik dari pada negeri karena jumlah siswa sekolah swasta lebih sedikit.

"Saya lihat PTM di SMPN Islam Diponegoro mencapai 90 persen. Total ada 79 siswa ikuti PTM," kata Anna

Kepsek SMPN 3 Solo, Paryanti membenarkan rendahnya partisipasi siswa dalam mengikuti PTM. Sebelum PTM berlangsung diawali dg asesmen kesediaan orang tua murid untuk mengikutkan anaknya ke dalam proses pembelajaran tatap muka.

"Ada formulir bermaterai yang harus diisi bahwa orang tua siswa mengijinkan siswa ikut proses PTM," kata dia

Namun demikian, hanya 25 persen formulir yg kembali. Dengan demikian, dari sekitar 250 siswa, hanya 60 siswa yang ikut pembelajaran tatap muka.

"Kami tetap memfasilitasi pembelajaran daring untuk siswa yang masih belum bersedia belajar tatap muka," tandasnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya