MRPTNI Ungkapkan Keprihatinan atas Terjadinya Teror Bom di Makassar
KISUTA.com - Prof. Dr. Jamal Wiwoho selaku Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Minggu (28/3/2021) menyampaikan "Pernyataan Keprihatinan Majlis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia" sehubungan dengan terjadinya aksi teror bom di depan Gereja Katedral Makassar pada tanggal 28 Maret 2021 pukul 10.35 WITA oleh oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka serta menimbulkan ketakutan, kekacauan yang mengusik kedamaian, ketenagan, ketenteraman, dan rasa persatuan bangsa Indonesia, maka Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam dan mengutuk dengan keras serta menyatakan keprihatinan yang dalam atas peristiwa teror bom oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak ber-prikemanusiaan, yang menyebabkan jatuhnya korban terhadap masyarakat yang tidak berdosa.
2. Tindakan teror bom tersebut, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan oleh agama manapun dan merupakan tindakan yang nyata-nyata melukai perasaan ummat beragama di seluruh Indonesia.
3. Menyatakan keprihatinan atas masih berkembangnya ajaran tindak kekerasan (ekstrimisme dan radikalisme), termasuk di dalamnya adalah pembenaran perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan.
4. Meminta kepada Pemerinah dan Polri pada khususnya untuk mengusut tuntas pelaku teror bom tersebut, termasuk menangkap dan memproses seluruh jaringan yang terlibat.
5. Meminta agar pihak keamanan memperketat pengawasan tempat-tempat ibadah dan terus meningkatkan kerukunan antar ummat beragama diseluruh tanah air.
6. Mengajak kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi Indonesia untuk tidak memberi ruang gerak dan kesempatan atas berkembangnya semua ajaran yang membahayakan persatuan dan kebinekaan di Indonesia.
7. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memelihara dan mewujudkan kehidupan yang harmonis ditengah keragaman dan kebinekaan bangsa Indonesia.
8. Menyatakan belangsungkawa dan duka cita yang dalam kepada seluruh keluarga korban dan berharap tetap diberi ketabahan menghadapi peristiwa ini.
"Semoga bangsa Indonesia selalu diberi kekuatan dan keselamatan, dan senantiasa dapat menyelesaikan setiap cobaan yang merongrong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ungkap Prof Jamal.* Eko Prasetyo - kisuta.com


