Seminar Pertanian UNS, Menteri BUMN: Ini Bentuk Membangun Ketahanan Pangan dan SDM
KISUTA.com - Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Seminar Nasional Pertanian dalam rangka Dies Natalis ke-45 UNS pada Kamis (29/4/2021). Seminar yang digelar secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan disiarkan langsung di Youtube itu menghadirkan 100 dekan perguruan tinggi pertanian di seluruh Indonesia. Selain itu, seminar ini juga dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
Dalam paparannya sebagai keynote speaker, Erick Thohir menyampaikan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama dalam membangun Indonesia Emas 2045 sehingga sejak awal BUMN memprioritaskan hal tersebut. Di sisi lain, Erick memandang kerja sama berbagai pihak termasuk perguruan tinggi sangat diperlukan untuk mewujudkan hasil optimal yang berkualitas dan berdaya saing di bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan kesehatan. Salah satu bentuk kerja sama tersebut yakni sinergi Perum Bulog, BNI, UNS, dan IKA UNS dalam menegakkan ketahanan pangan Indonesia.
Selain itu, Erick memandang bahwa sinergi berbagai pihak itu dibutuhkan untuk mencetak ketahanan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kami percaya sinergi dengan perguruan tinggi tidak hanya memberikan hasil optimal untuk menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing di bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan kesehatan, namun juga untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk membangun talenta dan generasi muda yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Ini merupakan ketahanan di bidang SDM," tukasnya.
Seminar nasional ini juga diapresiasi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus. Prof. Yunus mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan agar terjalin sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan industri yang mendorong pelaksanaan MBKM.
"Ide dan gagasan FP UNS untuk menyelenggarakan seminar ini patut diacungi jempol, apalagi dengan menggandeng 100 dekan perguruan tinggi pertanian di Indonesia untuk bergabung dalam membangun sinergi dunia industri, pendidikan, dan usaha. Hal ini supaya akademisi FP tidak asyik sendiri dengan produk yang telah dihasilkan tapi juga turut berkolaborasi dan membuka diri dengan industri untuk menghasilkan dan memasarkan produk-produk inovasi di bidang pertanian dalam arti luas," ujarnya.
Seminar bertajuk "Membangun Sinergi Antar-Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka" ini diisi dengan paparan dari lima pembicara utama. Kelima pembicara tersebut diantaranya Wahyu Kuncoro (Perum Perhutani), Ir. Syafri Afriansyah (PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk.), Vidia Paramita (PT. SMART), Dr. Jamhari (Sekjen FKPTPI), dan Dr. Kusnandar (Ketua CDC UNS).
Seminar yang dihadiri ratusan peserta secara virtual ini juga diikuti oleh ratusan pemakalah yang mempresentasikan hasil penelitian atau pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Para pemakalah tersebut berasal dari kalangan perguruan tinggi, peneliti, perusahaan, bahkan masyarakat umum yang tertarik di bidang pertanian.
Terdapat 11 subtema yang dipresentasikan yakni sumber daya lahan dan air, SDM dan kelembagaan, sumber daya peternakan, sosial ekonomi pertanian, keamanan dan ketahanan pangan, teknologi produksi tanaman dan pascapanen, pengelolaan organisme pengganggu tanaman, sumber daya hutan dan ekowisata, bioteknologi, program kemitraan masyarakat dan CSR, serta pemberdayaan UMKM bidang pertanian. Dengan adanya seminar ini diharapkan tercetus banyak inovasi di bidang pertanian.* Eko Prasetyo - kisuta.com


